- Turizalhusein
Santri IRo Asal Tangerang
___________
Satu lagi terobosan spektakuler yang dilakukan oleh IRo Society tahun 2024 ini, membentuk komunitas IRo Website Premium. Mungkin ide awal dibentuknya komunitas website ini sebagai media penyampaian informasi dan tempat berbagi informasi kepada pengguna mulai dari teman sejawat, sesama santri IRo, teman satu profesi, teman kantor atau kampus bahkan sesama rekan bisnis. Mungkin juga melalui website IRo ini dapat juga dijadikan sebagai media berkomunikasi. Kenapa tidak ?, jalan berinteraksi saat ini sudah tidak melulu lewat aplikasi chat, sosial media, atau kontak email saja. Kecanggihan teknologi memungkinkan komunikasi kita secara real time dengan pengunjung lewat website.
Dampak perkembangan teknologi tidak hanya dirasakan oleh generasi millenial dan generasi Z, tetapi juga oleh generasi yang saat ini yang mungkin sudah berusia kepala lima. Namun, bukan berarti semakin usia bertambah, samakin mahir dan mampu menguasai segalanya. Tidak sedikit orangtua yang masih gaptek alias gagap teknologi.
Ketika pertama kami aplikasi zoom meeting diperkenalkan kepada komunitas IRo (awal covid 19 melanda Indonesia), rata-rata peserta zoom belum mengenal dan memahami betul cara mengoprasikannya. Selalu ada gangguan, baik saat materi atau presentasi. Gangguan kerap muncul dari peserta yang ikut dalam ruangan. Jenis gangguannyapun cukup beragam, seperti mikrofon peserta yang menyala, screen sharing dari peserta lain secara tiba-tiba, atau bahkan penyusup orang tidak dikenal ke dalam ruang zoom meeting. Namun The Founding Fathers kita, pendiri sekaligus penggagas IRo Society Prof. Imam Robandi, MT (Ketua Dewan Profesor ITS) dengan sabar dan telaten membimbing para santri-santrinya, walaupun terkadang ada cletukan-cletukan spontan beliau membuat merah muka yang merasa disindir dan membuat yang mendengarnya hanya “ mesem-mesem guyu ”. Ini memang ciri khas canda seorang Prof. Imam yang juga seorang pecinta durian lokal ini kepada para santrinya.
Kelas IRo Website Premium sudah berdurasi dua kali pertemuan. Pertemuan pertama Ahad (19/05/2024) dengan topic “Pelatihan Aktivasi dan Login Website” dan pertemuan kedua terlaksana Ahad (26/05/2024) dengan topic “Aktivasi Website dan Membuat Konten Perdana”. Alhamdulillah acara yang ditaja oleh OC Website IRo Society ini berjalan lancar, bahkan para peserta sebanyak 52 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia `cukup antusias mengikuti pemaparan yang dilakukan oleh Mas Fadhli dari PT. Pandu.
Saat menjelaskan tentang mengakses aplikasi kepada orangtua, memang dibutuhkan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta pelatihan. Menggunakan bahasa sehari-hari yang digunakan orang berusia di atas kepala lima sudah cukup untuk membuat mereka paham. Tidak perlu menjelaskan istilah-istilah teknologi yang membuat mereka bingung. Cukup beritahu tombol apa yang harus ditekan dan apa yang harus mereka lakukan ketika mengakses suatu aplikasi tersebut. Dan cara ini juga yang dilakukan oleh Mas Fadhli kepada peserta pelatihan.
Ketenangan dan kesabaran adalah kunci untuk kita mengajarkan teknologi pada orangtua. Sebagian dari kita sering tidak sabar ketika menjelaskan cara mengakses suatu aplikasi atau internet kepada orangtua karena mereka sulit untuk memahami dan mengingatnya. Wajar jika orangtua demikian karena mereka tidak belajar teknologi di sekolah seperti yang anak-anak kita terima.
Ketika mengajarkan teknologi pada orangtua kita, pasti banyak juga pertanyaan yang diajukan oleh mereka. Jangan pernah bosan menjawab pertanyaan dari mereka meski terkadang apa yang mereka tanyakan pada kita sudah kita jelaskan sebelumnya. Perlu kita ingat, waktu kita masih kecilpun kita mengajukan banyak pertanyaan berulang-ulang pada mereka tetapi mereka tidak pernah bosan menjawabnya.
Seperti pada pelatihan kedua dengan topic Aktivasi Website dan Membuat Konten Perdana berjalan sukses. Ini berkat kerja keras para pengelola website Dr. Sri Haryanti (Semarang) , Silvia Rachman, M.Pd (Malang), dr. Izzuki Muhashonah dan Dr.Muhtadin Tyas, MA (Jakarta)
Banyak sekali cerita menarik dan lucu dalam sesi pelatihan website kedua kali ini. Pelatihan yang berdurasi dua jam lebih (2:35:50) ini selain dijadikan ajang silaturrahim dan saling bertemu walaupun di dunia maya, juga tentu saling bergembira. Beberapa cerita lucu terjadi ketika banyak pertanyaan yang ditujukan kepada pemateri. “ Mas Fadhli kenapa kok saya ngak bisa masuk ya ?”. “Oh bapak linknya keliru. Bapak salah menulis website. Yang Bapak tulis website orang lain”, jawab Mas Fadhli kepada peserta perlahan.
Ada juga yang bertanya, mungkin dia sedang kebingungan, “yang di Install apa ya Mas ? “. Peserta ini bertanya karena dia tertinggal kelas. Ada juga yang bertanya yang sudah ditanyakan oleh peserta lainnya sebelumnya.” Ibu sudah sampai di mana ? Kok balik lagi, Ibu sudah lama ketinggalan”. Ujar Mas Fahdli. “Mas Fadlan saya sudah menulis judul kemarin, saya lupa nyimpennya di mana ?. “Saya tidak tahu Ibu, kan Ibu yang nyimpen”. Jawab Mas Fadhlan disambut tawa oleh peserta yang lain. “Yang dimasukkan foto yang mana Mas ?” Tanya seorang Ibu. “Foto yang Ibu simpen laa, asal jangan foto saya atau keluarga”, Jawab peserta yang lain sambil tertawa ringan.
Kelucuan tersebut tidak selesai sampai di sini, karena peserta pelatihan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Cara komunikasi dan logat yang mereka sampaikan juga sangat beragam. Ada logat jawanya , ada logat padangnya ada juga logat ciri khas dari daerah timur. “Mas Kalo saya sudah terlanjur menulis, bisa dihapus ngak ? dengan aksen Jawanya yang medok”. Yang di clik apa Post apa publish dengan aksen khas wilayah timurnya.
Pelatihan yang pesertanya rata-rata usia yang tidak muda lagi, kuncinya adalah kesabaran. Oleh karena itu, Mas Fadhli sudah memberikan contoh kepada kita semua. Ingat, waktu kita kecil dulu kita pun tidak bisa apa-apa dan yang sabar mengajarkan suatu hal pada kita adalah orangtua. Jelaskanlah teknologi secara berulang agar orangtua lebih mudah mengingat apa yang kita ajarkan. Ingat komunikasi yang baik adalah jalan dua arah, kita tidak hanya berbicara, tetapi juga belajar mendengarkan.
___________
Tangerang , 29 Mei 2024




Tri Mulyani
MasyaAllah, sebuah artikel.yang luar biasa
Membuat saya ikut tersenyum.dan bertambah semangat
Moh.Helman Sueb
Mantap ustadz.Kesabaran sangat perlu.
NurAini
Kerren pak Turizal husn
Syifa
Sukses terus pak 🙏
Fujiah
Mantap pa doktor, skrg semua serba teknologi para orangtua pun hrs melek teknologi